Saturday, January 26, 2013

Betapa Beruntungnya Kami..



YA HANANA
"Betapa Beruntungnya Kami"
dengar sini

Telah muncul agama yang didukung,
Telah muncul agama yang didukung dengan munculnya sang Nabi Ahmad,
Betapa beruntungnya kami dengan Muhammad (Saw),
itulah anugerah dari Allah.

Betapa beruntungnya kami,

Diistimewakan dengan as-Sab’ul Matsany (al-Fatihah),
penghimpun rahasia setiap makna, tak ada yang senilai dengannya,
dan Allah mewahyukannya kepadanya (Muhammad SAW),

Betapa beruntungnya kami,

Ketika di Makkah bulan tampak terbelah deminya (Muhammad SAW),
lalu kabilah Mudhar (kabilah Muhammad SAW) menjdai dibanggakan di atas seluruh manusia.

Betapa beruntungnya kami,

Beliau adalah manusia yang terbaik ciptaanNya, dan teragung akhlaknya,
Semua mengelu-elukannya di barat dan di timur.
Segala puji bagi Allah,

Betapa beruntungnya kami,

Bershalawatlah kepada sebaik-baik manusia, yang terpilih,
Sang bulan purnama,
Bershalawatlah dan sampaikan salam kepadanya,
kelak ia akan memberi syafaat kita di hari kebangkitan.

Subhanallah,betapa beruntungnya kita
masihkah tidak sedar?
masihkah rasa ragu?
(aku lah itu)

"Bawalah Rasulullah s.a.w pulang ke rumahmu... dengan mencontohi akhlaknya, mengamalkan sunnahnya, mengkaji sirahnya dan mengenalkan Baginda kepada anak-anakmu.."
 ~Habib Mahdi Abu Bakar Al-Hamid~


Bila ketika datang rasa malas dan nafsu jahat datang, katakanlah pada diri sendiri: "Kerana kamu, darah Rasulullah s.a.w mengalir,kerana kamu air mata Rasulullah s.a.w mengalir."
Manusia yang tidak pernah kita jumpa di dunia ini, tetapi dialah manusia yang paling banyak menangis untuk kita lebih dari ibu kita sendiri. 
~Ustaz Ebit Lew~

Ada kalanya menitis air mata mendengar kisah hidup baginda
Pemergiannya dirindui
Kelahirannya diingati
Kaulah Rasul kami.

(",)
Kau masih tersenyum mengubat lara
Selindung derita yang kau rasa
Senyuman yang mententeramkan
Setiap insan yang kebimbangan
Hakikatnya, tak tertanggung lagi derita
Di pangkuan isterimu Humaira
Menunggu saat ketikanya
Diangkat rohmu bertemu Yang Esa
Tangan dicelup di bejana air
Kau sapu di muka mengurangkan pedih
Beralun zikir menutur kasih
Pada umat dan akhirat
Dan tibalah waktu ajal bertamu
Penuh ketenangan jiwamu berlalu
Linangan air mata syahdu
Iringi pemergianmu
Oh sukarnya untuk umat menerima
Bahkan payah untuk Umar mempercaya
Tetapi iman merelakan jua
Bahawa manusia kan mati akhirnya
Tak terlafaz kata mengungkap hiba
Gerhanalah seluruh semesta
Walaupun kau telah tiada
Bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulallah
Kau tinggalkan kami warisan yang abadi
Dan bersaksilah sesungguhnya
Kami merinduimu.

Inteam-Pemergianmu

Ya Allah, limpahkanlah penghargaan dan kehormatan setinggi-tingginya melalui selawat dan salam kami bagi NabiMu Muhammad s.a.w, da'ie yang sempurna,suri tauladan kami yang telah menunjukkan kepada kami jalan keimanan dan keselamatan yang hakiki.

Aamiin.

p/s:Banyakkan berselawat..bukan pada 12 Rabi'ul Awal sahaja..tapi sentiasa..

1 comment:

Anonymous said...

Excellent pieces. Keep posting such kind of info on
your page. Im really impressed by your blog.

Hello there, You have performed an excellent job.
I will definitely digg it and personally recommend to
my friends. I'm sure they'll be benefited from this site.


Also visit my blog :: www.humsurfer.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...